“Momentum 100 tahun Bukittinggi menjadi awal untuk menyiapkan seluruh dokumen. Setelah Silokek, nanti ada Bukittinggi dan Geopark Sianok-Maninjau. Semuanya harus dilengkapi bertahap sampai ke tingkat internasional,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, memaparkan bahwa kota tersebut akan genap berusia 100 tahun pada 26 Juni 2026.
Ia menyoroti keberadaan Jam Gadang sebagai ikon utama kota yang memiliki keunikan tersendiri dan menjadi magnet wisata.
Ramlan juga berharap adanya dukungan tenaga profesional dan konsultan untuk memperkuat tata kelola sektor pariwisata ke depan.
Upaya ini dinilai penting agar pengembangan pariwisata Bukittinggi berjalan lebih terarah dan berdaya saing tinggi. (*)