Dosen UBH Ungkap Cara Sederhana Kurangi Emisi CO₂ Lewat Teknologi Plasma

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Selasa, 28 April 2026 | 14:08 WIB
Orasi ilmiah itu disampaikan oleh Ulung Muhammad Sutopo, ST., M.Eng., Ph.D, dosen Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta. (Foto: UBH)
Orasi ilmiah itu disampaikan oleh Ulung Muhammad Sutopo, ST., M.Eng., Ph.D, dosen Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta. (Foto: UBH)



Menurutnya, karbon dioksida (CO₂) yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil merupakan salah satu kontributor terbesar terhadap perubahan iklim. Namun, sifat molekul CO₂ yang sangat stabil menjadi kendala utama dalam proses penguraiannya.





Ulung menjelaskan bahwa pendekatan konvensional membutuhkan energi besar untuk memecah molekul tersebut. Oleh karena itu, ia menawarkan teknologi plasma sebagai solusi alternatif yang lebih efisien.





Teknologi ini memungkinkan proses dekomposisi CO₂ terjadi melalui tumbukan elektron pada suhu kamar dan tekanan normal.





Dengan karakteristik tersebut, teknologi plasma dinilai lebih fleksibel dan berpotensi dikombinasikan dengan sumber energi terbarukan.





Meski demikian, ia menekankan adanya tantangan dalam proses tersebut, yakni reaksi rekombinasi. Proses ini menyebabkan hasil dekomposisi kembali membentuk CO₂, sehingga menurunkan efisiensi konversi.





"Penelitian ini berfokus pada bagaimana pemisahan produk gas, khususnya karbon monoksida (CO) dan oksigen (O₂), dapat menekan reaksi rekombinasi dan meningkatkan konversi CO₂ secara signifikan," jelasnya dilansir laman resmi UBH Selasa (28/4/2026).





Dalam penelitiannya, Ulung memanfaatkan simulasi menggunakan perangkat lunak Ansys Chemkin-Pro untuk menganalisis berbagai parameter operasional. Beberapa faktor yang diuji meliputi daya plasma, waktu tinggal, laju aliran gas, serta suhu gas.





Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan daya plasma dan waktu tinggal memberikan dampak positif terhadap konversi CO₂. Sebaliknya, peningkatan laju aliran gas dan suhu justru menurunkan efisiensi proses.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X