Langkah ini dilakukan sebagai solusi darurat agar akses kendaraan bisa kembali difungsikan meskipun belum sepenuhnya permanen.
Saat ini, jalur di kawasan tersebut sudah kembali tersambung secara teknis sehingga kendaraan sudah dapat melintas.
Namun demikian, kondisi jalan masih memerlukan penanganan lanjutan agar struktur jalan menjadi lebih aman dan permanen.
Elsa Putra Friandi menyampaikan bahwa secara keseluruhan progres pekerjaan penanganan pascabencana di ruas Jalan Malalak saat ini masih berada di kisaran 8 persen.
Hal ini disebabkan karena masih terdapat sejumlah pekerjaan konstruksi yang harus diselesaikan, termasuk pembangunan beberapa jembatan yang menjadi bagian penting dari struktur jalan permanen di kawasan tersebut.
“Secara keseluruhan estimasi penyelesaian penanganan permanen ditargetkan pada Desember 2026,” ujar Elsa, dikutip Sabtu (8/3/2026).
Selain titik di KM 82+900, BPJN Sumbar mencatat terdapat sembilan titik kerusakan di sepanjang ruas jalan tersebut akibat bencana yang terjadi sebelumnya.
Salah satu lokasi yang mengalami dampak cukup besar berada di kawasan Simpang Koto Mambang–Balingka.