“Saya juga ingin tahu, masyarakat dapat video dari mana, juga bisa kami periksa nanti. Kemungkinan jelas yang melakukan pemerasan menyebar, kami masih dalam penyelidikan tetap,” tambah Andry.
Hingga kini, kasus Video Call Sex yang diduga melibatkan Bupati Limapuluh Kota Safni tersebut masih dalam proses pendalaman oleh Polda Sumbar.
Polisi menegaskan akan mengusut tuntas dugaan pemerasan serta penyebaran konten yang meresahkan publik tersebut. (*)