“Mari sama-sama berjuang. Mudah-mudahan pembangunan dan perbaikan infrastruktur bisa segera dilakukan dan rampung dalam waktu dekat agar ekonomi masyarakat kembali bergerak,” katanya.
Safari Ramadan tersebut tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga momentum konsolidasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan masyarakat.
Dalam konteks masa transisi pasca bencana hidrometeorologi di Sumbar, forum itu menjadi simbol penguatan komitmen bersama untuk bangkit dari dampak banjir bandang.
Kini, tantangan terbesar bukan lagi sekadar memastikan keselamatan warga, melainkan bagaimana mengembalikan kepercayaan diri masyarakat untuk bangkit, bekerja, dan menata kembali kehidupan mereka.
Masa transisi ini menjadi titik penentu arah pemulihan Sumbar ke depan, baik dari sisi infrastruktur maupun ekonomi masyarakatnya. (adl)