Ia menekankan bahwa pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi, kebutuhan anggaran meningkat signifikan. Pemerintah harus menyiapkan dukungan pembiayaan untuk pembangunan kembali infrastruktur sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.
“Ini tugas yang berat dan tidak bisa dikerjakan sendiri. Harus dikeroyok bersama oleh pemerintah dan masyarakat,” ucapnya.
Masa transisi ini, kata dia, membutuhkan kekompakan seluruh elemen. Ia mengingatkan agar tidak ada saling menyalahkan dalam proses pemulihan, karena membangun kembali kehidupan pascabencana memerlukan energi kolektif, kesabaran, dan sinergi yang berkelanjutan.
Selain fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur, Pemprov Sumbar juga menyiapkan langkah penguatan sumber daya manusia sebagai bagian dari strategi pemulihan jangka menengah.
Upaya tersebut dinilai penting agar masyarakat terdampak tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat ke depan.
Dalam kesempatan yang sama, Vasko turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman bersama jajaran kepolisian atas respons cepat selama masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bupati beserta jajaran dan Bapak Kapolres beserta jajaran. Respons mereka sangat luar biasa. Kami berkomunikasi hampir 24 jam selama masa tanggap darurat bencana,” katanya.
Sementara itu, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyatakan bahwa pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda terus mengupayakan percepatan pemulihan wilayah terdampak.