Pertama, kendaraan dari Gerbang Tol Padang menuju Gerbang Tol Kapalo Hilalang akan diarahkan melalui jalur detour di lokasi pekerjaan erection girder. Kedua, kendaraan dari Gerbang Tol Kapalo Hilalang menuju Gerbang Tol Padang dialihkan ke Jalan Nasional.
Koordinasi dilakukan bersama Ditlantas Polda Sumbar, Satlantas Polres Padang Pariaman, BPJN Sumbar, serta Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar guna memastikan arus tetap terkendali selama masa pekerjaan.
Jalur Alternatif Disiapkan dengan Perlengkapan Keselamatan
Manajemen proyek memastikan jalur detour berada di sisi jalan eksisting dan telah dilengkapi rambu lalu lintas, marka, penerangan, serta perangkat keselamatan lainnya.
Petugas pengatur lalu lintas juga akan ditempatkan di sejumlah titik krusial. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai kanal komunikasi agar informasi rekayasa lalu lintas dapat diterima masyarakat secara luas.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul. Kami mengimbau pengguna jalan agar mengurangi kecepatan saat melintas di sekitar lokasi pekerjaan, menjaga jarak aman, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan agar perjalanan tetap aman dan lancar,” tambah Mardiansyah.
Interchange Lubuk Alung Perkuat Konektivitas
Sebagai tambahan informasi, ruas Tol Pekanbaru–Padang Seksi Padang–Sicincin sepanjang 36 kilometer telah beroperasi sejak 28 Mei 2025 dan menjadi penghubung strategis di Sumbar.
Kehadiran Interchange Lubuk Alung diharapkan semakin memperkuat aksesibilitas kawasan serta memberi manfaat langsung bagi pengguna jalan dengan memangkas waktu tempuh perjalanan dari sekitar 1,5 jam melalui jalur nasional menjadi sekitar 30 menit melalui jalan tol.
Dengan diberlakukannya rekayasa lalu lintas sementara ini, pengguna jalan diharapkan dapat menyesuaikan waktu perjalanan dan tetap mengutamakan keselamatan selama melintasi area pekerjaan. (red)