Selain BPBD dan Basarnas, unsur lain yang terlibat di lapangan antara lain Camat Koto Tangah, Lurah setempat, Bhabin Kamtibmas, Babinsa, PMI, Pokdarwis, relawan Rumah Zakat, KSB serta masyarakat sekitar.
Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, mengatakan delapan orang tersebut berasal dari berbagai daerah dan merupakan rombongan dari Pesantren Muwhiddin.
"Tim SAR gabungan masih melanjutkan proses evakuasi terhadap tiga korban yang belum ditemukan. Proses evakuasi dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel mengingat kondisi medan yang licin dan debit air yang masih tinggi," katanya.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama tidak beraktivitas di aliran sungai atau kawasan wisata air saat hujan deras maupun cuaca ekstrem. (adl)