BPBD Kabupaten Agam bersama unsur terkait langsung melakukan langkah penanganan. Dua alat berat, masing-masing satu unit dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Agam dan satu unit dari TNI, dikerahkan untuk membersihkan material longsor.
Pembersihan baru dapat dilakukan pada Kamis pagi karena kondisi lokasi pada malam hari dinilai masih rawan longsor susulan. Setelah dilakukan pembersihan, akses jalan provinsi di Jorong Lubuak Sao dapat dilalui kembali dengan sistem buka tutup mulai pukul 09.15 WIB.
Bencana akibat cuaca ekstrem ini tidak hanya terjadi di Kecamatan Tanjung Raya. Berdasarkan laporan dari pemerintah nagari dan kecamatan yang diterima BPBD pada pukul 19.26 WIB, banjir dan longsor terjadi sekitar pukul 18.30 WIB di sejumlah wilayah.
"Tiga kecamatan terdampak cukup signifikan, yakni Kecamatan Palembayan, Kecamatan Tanjung Raya dan Kecamatan Lubuk Basung," kata Abdul Gafur.
Di Kecamatan Palembayan, banjir melanda Nagari Salareh Aia. Air meluap hingga ke badan jalan dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter. Luapan air juga menghanyutkan jembatan sementara yang menghubungkan Masjid Syuhada Sawah Laweh dengan Kampung Pili.
"Selain itu, debit sungai di Jorong Subarang Aia meningkat tajam hingga menghanyutkan jembatan darurat di Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur. Kondisi ini membuat mobilitas warga terganggu dan akses antar jorong terputus," katanya.
Di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, banjir menggenangi permukiman warga di Jorong Koto Kaciak dan Jorong Pasa Rabaa. Bersama tim gabungan dari kecamatan dan nagari, masyarakat melakukan evakuasi terhadap 90 kepala keluarga. Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat, tetangga, serta masjid terdekat.
Sementara itu, di Nagari Maninjau, tepatnya di Jorong Bancah, meluapnya Sungai Batang Balok mengakibatkan dam sementara jebol. Air sungai kemudian meluap ke ruas Jalan Maninjau–Sungai Batang dan menggenangi SDN 09 Bancah.