Sumbardaily.com, Agam - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Agam sejak Rabu (11/1/2026) sore hingga malam memicu rangkaian bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.
Dampaknya, akses jalan terputus, infrastruktur mengalami kerusakan, serta ratusan warga terpaksa mengungsi demi keselamatan.
Salah satu dampak paling signifikan terjadi di Jorong Lubuak Sao, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya. Di lokasi tersebut, tanah longsor menutup ruas jalan provinsi dengan material sepanjang sekitar 50 meter dan ketinggian mencapai 1,5 meter. Longsoran tersebut menimbun badan jalan sekaligus menimpa satu unit mobil Avanza yang sedang melintas.
"Dua orang yang berada di dalam kendaraan tersebut selamat karena berhasil melakukan evakuasi mandiri sebelum tertimbun sepenuhnya," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Abdul Gafur, Kamis (12/1/2026) pagi.
Material longsor juga merusak tiang listrik di sekitar lokasi sehingga menyebabkan aliran listrik padam. Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Warga yang bermukim di sekitar lokasi kemudian mengungsi ke SDN 09 Lubuak Sao. Tercatat sebanyak 30 kepala keluarga atau sekitar 80 jiwa mengungsi sementara.
Selain menutup jalan provinsi, longsor di Nagari Dalko juga berdampak pada akses jalan kabupaten. Material tanah menimbun ruas Bukik Apik menuju Koto Panjang Dama Gadang, yang selama ini menjadi jalur penting bagi aktivitas dan distribusi masyarakat setempat.