Menurut Naryo, fokus pekerjaan tidak hanya pada perkuatan badan sungai, tetapi juga pemulihan sumber air baku yang menjadi penopang layanan air untuk masyarakat.
“Penanganan meliputi rehabilitasi dan pengamanan infrastruktur sungai, serta perbaikan intake air baku melalui skema tanggap darurat dan program rehab-rekon,” terangnya.
Ia menambahkan, target penanganan darurat direncanakan dapat tuntas dalam tiga bulan. Program yang sudah memiliki perencanaan teknis, kata dia, akan segera diusulkan untuk dilaksanakan lebih cepat.
Sementara itu, kegiatan lain yang masih membutuhkan kajian tambahan akan dimasukkan dalam perencanaan tahun anggaran 2026.
Naryo menyebutkan, sesuai arahan Pemerintah Pusat, penanganan darurat ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu tiga bulan ke depan.
"Kegiatan yang telah memiliki perencanaan teknis akan segera diusulkan untuk pelaksanaan. Sementara kegiatan lainnya akan masuk dalam tahap perencanaan pada tahun anggaran 2026," sebutnya.
Selain aspek teknis, keberhasilan program juga sangat bergantung pada dukungan Pemerintah Kota Padang (Pemko Padang) dan masyarakat.
Ketersediaan lahan di sepanjang bantaran sungai menjadi faktor krusial agar pekerjaan tidak terhambat di lapangan.