Arahan tersebut langsung direspons oleh Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam akan segera menyiapkan dan mengajukan proposal kelanjutan pembangunan groin, mengingat wilayah pesisir Tiku V Jorong merupakan kawasan dengan tingkat kerawanan abrasi yang tinggi.
“Kita akan segerakan proposalnya. Lokasi ini sangat rawan abrasi dan membutuhkan penanganan cepat. Apalagi, dukungan dari pemerintah pusat sangat dibutuhkan karena anggaran yang diperlukan cukup besar,” ungkap Muhammad Iqbal.
Selain persoalan abrasi, kunjungan Yuliot Tanjung juga dimanfaatkan untuk memastikan ketersediaan BBM pascabencana di wilayah Sumatera tetap aman dan terjaga. Pemerintah daerah menilai stabilitas pasokan energi menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas masyarakat serta proses pemulihan pascabencana.
Menurut Muhammad Iqbal, perhatian langsung dari Wamen ESDM menjadi peluang besar bagi Kabupaten Agam, khususnya masyarakat pesisir Tiku V Jorong, untuk memperoleh perlindungan pantai yang lebih optimal.
Ia menilai pembangunan pengaman pantai tidak hanya penting untuk menahan laju abrasi, tetapi juga untuk menjaga keselamatan warga dan keberlanjutan kawasan pesisir.
Pemkab Agam berharap, dengan dukungan pemerintah pusat, penanganan abrasi pantai di Tiku V Jorong dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Langkah tersebut diharapkan mampu meminimalkan risiko kerusakan lingkungan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir Sumbar. (red)