"Sinergi antara BUMN dan lembaga negara menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api," katanya.
Reza menyebutkan, program P4GN bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan seluruh insan KAI berada dalam kondisi prima.
Terlebih, sektor transportasi publik memiliki tingkat risiko tinggi sehingga menuntut kewaspadaan maksimal dari setiap petugas yang terlibat langsung dalam operasional.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, BNNP Sumbar melakukan tes urine secara acak terhadap peserta yang mengikuti pemeriksaan.
Hasilnya, seluruh pegawai yang menjalani tes dinyatakan negatif atau tidak terindikasi menyalahgunakan narkotika.
"Temuan ini menjadi indikator penting kesiapan sumber daya manusia KAI Divre II Sumbar dalam menghadapi lonjakan penumpang selama periode Nataru," katanya.
KAI Divre II Sumbar menegaskan dukungannya terhadap kebijakan dan program pemerintah dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika, khususnya di sektor transportasi.
"Upaya ini dinilai sejalan dengan komitmen KAI untuk mengedepankan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan pelanggan," imbuhnya. (red)