Ribut-ribut Dua Perempuan di Gunung Talang Viral, Muncul Dugaan Terjadi Sebelum Status Naik ke Waspada

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 11 Desember 2025 | 13:18 WIB
Gunung Talang Kawah Selatan (Foto: Badan Geologi PVMBG Kementerian ESDM)
Gunung Talang Kawah Selatan (Foto: Badan Geologi PVMBG Kementerian ESDM)




Sepanjang tahun 2025, swarm VT, rangkaian gempa vulkanik beruntun terjadi setidaknya empat kali pada 8 April, 25 Juli, 23 September dan 9 Oktober 2025 lalu.





Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyebut swarm pada September memiliki karakter lebih dangkal dan terfokus di sekitar kawah, menandakan adanya migrasi magma menuju permukaan.





Peningkatan paling ekstrem terjadi pada Rabu (10/12/2025) pukul 02.48 WIB, sesaat setelah gempa tektonik bermagnitudo 4,7 mengguncang wilayah sekitar.





"Dalam kurun kurang dari tujuh jam, tercatat 227 gempa VT. Sejak awal Desember hingga 9 Desember 2025, PVMBG merekam 101 gempa VT, dua gempa terasa dengan skala I–III MMI, serta 14 gempa tektonik jauh," katanya.





Fenomena swarm VT kerap menjadi indikator ketidakstabilan magma dan pada beberapa gunung api di Indonesia menjadi pendahulu erupsi. Berdasarkan situasi ini, PVMBG meminta masyarakat menjauhi area dalam radius dua kilometer dari Kawah Utama dan Kawah Selatan.





Selain ancaman letusan, kawasan sekitar kawah juga rentan longsor, sehingga meningkatkan risiko bagi pendaki maupun warga yang beraktivitas di wilayah itu.





"Pemantauan terhadap Gunung Talang dilakukan secara intensif dan dapat diperbarui sewaktu-waktu jika ada perubahan visual maupun kegempaan. Masyarakat diminta mengakses informasi hanya melalui sumber resmi PVMBG di Bandung atau Pos Pengamatan Gunung Talang," tuturnya.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X