PVMBG melaporkan adanya peningkatan tajam gempa vulkanik dalam (VT), disertai rentetan gempa tektonik yang menyebabkan ketidakstabilan pada sistem magma.
Gunung Talang, yang berada di jalur Sesar Besar Sumatera pada Segmen Sumani dan Segmen Suliti, dikenal sebagai gunung api aktif yang sensitif terhadap perubahan tektonik di sekitarnya.
Kompleks gunung ini terdiri dari dua kerucut, Talang Jantan dan Talang Betina, yang berada berdekatan di zona rawan pergeseran kerak bumi.
Catatan sejarah menunjukkan keterkaitan kuat dinamika tektonik dengan aktivitas vulkanik di Gunung Talang.
Pada tahun 2005, gempa Mentawai bermagnitudo 6,8 memicu erupsi yang melahirkan dua kawah baru, yaitu Kawah Utama dan Kawah Selatan.
Hingga kini, kedua kawah tersebut serta rekahan Gabuo Atas dan Gabuo Bawah menjadi pusat keluarnya energi vulkanik.
Pos Pengamatan Gunung Talang di Desa Lembang Jaya masih melaporkan kondisi visual kawah yang stabil, dengan keluarnya asap putih setinggi 10 hingga 75 meter. Namun situasi permukaan itu tidak sejalan dengan peningkatan aktivitas di bawah tanah.
Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan sejak September 2024, gempa VT terus menunjukkan tren naik.