Dampak longsor tersebut tidak hanya berhenti pada kerusakan bangunan. Gerakan tanah di sekitar lokasi memperparah kondisi infrastruktur kampus, termasuk area parkir di sisi gedung.
Sejumlah kendaraan mahasiswa dan civitas akademika turut terdampak. Empat unit mobil mengalami kerusakan, sementara enam sepeda motor dilaporkan dalam kondisi rusak sedang. Situasi ini mempertegas skala darurat yang terjadi.
Merespons keadaan tersebut, BPBD Kota Padang langsung mengirimkan tim ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.
Fokus utama penanganan sementara diarahkan pada pengamanan area terdampak, mencegah keruntuhan bangunan lebih lanjut, sekaligus memastikan tidak ada aktivitas yang membahayakan mahasiswa maupun pegawai.
Sementara itu, Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, menambahkan bahwa pergerakan tanah mulai terasa sekitar pukul 13.45 WIB.
Menurut laporan di lapangan, pergerakan itu bermula dari sisi bangunan yang berada di dekat area parkir. Gerusan air hujan yang terus mengguyur daerah Sungai Bangek diduga memperlemah pondasi tanah hingga akhirnya menyebabkan longsor besar.
“Hal ini mengakibatkan tanah pada parkiran gedung tersebut longsor dan pondasi rusak berat,” katanya.
Untuk menghindari risiko lebih lanjut, area kampus yang terdampak kini telah disterilkan. Mahasiswa dan staf di sekitar gedung terdampak telah dipindahkan ke lokasi aman.