Damkar Padang Jelaskan Penyebab Kebakaran Tetap Terjadi Meski Hujan dan Cuaca Ekstrem

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Senin, 24 November 2025 | 16:20 WIB
Ilustrasi Kebakaran (Foto: Freepik)
Ilustrasi Kebakaran (Foto: Freepik)



Kondisi ini diperkirakan berlangsung pada 21 hingga 27 November 2025 dan menjadi penyebab utama meningkatnya hujan deras serta fenomena cuaca ekstrem di sejumlah kawasan Sumbar belakangan ini.





Monsun Asia atau angin muson adalah pola angin musiman yang bergerak dari wilayah daratan benua Asia menuju Samudra Hindia ketika memasuki musim basah.





Pada fase menguat seperti saat ini, monsun membawa suplai udara lembap dalam jumlah signifikan dari Samudra Hindia ke Indonesia, termasuk Sumatera Barat.





Ketika masa udara yang kaya uap air ini bertemu dengan topografi Bukit Barisan, terjadi proses pengangkatan udara (orographic lifting) yang memicu pembentukan awan hujan dengan intensitas tinggi.





Menurut BMKG Minangkabau, fenomena ini semakin diperkuat oleh kondisi atmosfer global yang terjadi bersamaan. Indian Ocean Dipole (IOD) negatif, aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial, dan anomali suhu muka laut yang hangat menciptakan lingkungan atmosfer yang sangat mendukung pertumbuhan awan konvektif.





Kombinasi faktor tersebut memperbesar peluang terjadinya hujan lebat, petir, angin kencang, hingga kejadian hidrometeorologi ekstrem.





Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan mengatakan, dinamika atmosfer ini bukan sekadar variasi cuaca harian, melainkan pola musim yang memengaruhi kawasan dalam skala luas.





Kondisi tersebut berkaitan dengan cuaca buruk yang terjadi belakangan ini di Sumatera Barat, termasuk hujan intens yang menyebabkan genangan, banjir lokal, dan jalan licin di beberapa titik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X