Sementara itu, Kabid Operasional dan Sarana Prasarana Damkar Padang, Rinaldi menegaskan, seluruh personel telah disiagakan tanpa jeda selama cuaca ekstrem.
“Tidak ada waktu bersantai. Semua personel siap menghadapi kejadian yang berpotensi membahayakan masyarakat, termasuk kebakaran,” ujarnya.
Meski hujan terkadang membantu proses pendinginan area terbakar, Rinaldi menilai pencegahan tetap jauh lebih penting.
Dinas Damkar mengajak masyarakat memastikan kompor dimatikan, instalasi listrik terproteksi dari rembesan air, serta menghubungi layanan darurat 112 atau 113 jika menemukan potensi bahaya.
“Cuaca ekstrem butuh kewaspadaan berlapis, bukan hanya dari banjir dan longsor, tapi juga kebakaran,” kata pria yang akrab disapa Abi tersebut.
Dinamika Atmosfer
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau mencatat saat ini Sumatera Barat (Sumbar) berada dalam pengaruh kuat Monsun Asia.