“Seluruh pelajar yang diamankan akan didata, dibina, dan untuk kasus yang diduga tawuran akan dikaji lebih lanjut bersama penyidik PPNS. Kita juga segera koordinasi dengan pihak kepolisian,” katanya.
Usai proses pendataan, para pelajar diberikan pembinaan mengenai pentingnya disiplin sekolah dan risiko tindakan membolos.
Orang tua masing-masing kemudian dihubungi untuk menjemput anak dan diminta turut bertanggung jawab atas perilaku mereka.
Di sisi lain, informasi terkait pelajar yang disebut membawa senjata tajam dibantah pihak Polsek Pauh.
Kapolsek Pauh, AKP Nasirwan, memastikan bahwa pelajar yang diantar warga ke kantor polisi tidak terbukti menyimpan senjata tajam maupun memiliki indikasi tawuran.
"Mereka memang datang bersama warga, tetapi setelah diperiksa tidak ditemukan unsur tawuran ataupun barang bukti senjata tajam, sehingga tidak diproses lebih lanjut,” tuturnya. (adl)