Ia juga mengingatkan bahwa konvoi presiden sering kali bergerak cepat, sehingga tidak selalu memungkinkan baginya untuk menyapa secara langsung.
Hal ini, menurutnya, membuat para pelajar menunggu lebih lama tanpa mendapatkan pengalaman interaksi yang memadai.
Karena itu, ia kembali menegaskan agar para kepala daerah tidak lagi mengerahkan pelajar dalam penyambutan kedatangannya di masa mendatang.
Selain menyampaikan apresiasi, Presiden Prabowo juga menekankan perlunya mengutamakan keselamatan dan proses pendidikan anak-anak.
Sikap tersebut menandai komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa kegiatan protokoler tidak bolej mengganggu hak belajar pelajar di seluruh Indonesia. (adl)