Hal tersebut, menurutnya, tidak seharusnya menjadi beban bagi anak-anak, terutama ketika penyambutan ini dilakukan di luar kegiatan belajar yang semestinya.
Untuk itu, ia meminta Sekretaris Kabinet menyiapkan surat resmi yang ditujukan kepada seluruh bupati dan wali kota agar tidak lagi mengerahkan pelajar menyambut dirinya ketika berkunjung ke daerah.
Presiden menegaskan bahwa keberadaan anak-anak di sekolah jauh lebih penting dibandingkan berada berjam-jam di pinggir jalan hanya untuk menunggu rombongan presiden lewat.
Prabowo menawarkan alternatif yang lebih aman dan tidak mengganggu proses belajar. Ia menyebut bahwa pelajar dapat mengikuti kunjungan presiden melalui siaran televisi.
Sementara bila ingin bertemu langsung, Prabowo lebih memilih mendatangi ruang kelas ketimbang membuat siswa menunggu di luar ruangan di bawah terik matahari.
Meski begitu, Prabowo menegaskan bahwa ia senang melihat sambutan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa senyum dan semangat para pelajar selalu menjadi energi positif baginya.
“Setiap kali melihat wajah rakyat dan anak-anak, saya merasa muda kembali,” katanya.
Namun, ia tetap menekankan bahwa antusiasme tersebut tidak boleh mengorbankan kenyamanan atau waktu belajar siswa.