Sebagai pengusaha yang juga memahami aspek kebijakan publik, Levi menilai pertumbuhan tersebut perlu diimbangi dengan dukungan kebijakan dari pemerintah yang mempermudah akses permodalan, pendampingan dan sertifikasi bagi pelaku usaha baru.
“Kota Padang memiliki potensi besar di sektor kuliner, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Jika digarap dengan kolaborasi yang solid, ini bisa menjadi lokomotif ekonomi baru bagi Sumbar,” kata Ketua BPC HIPMI Kota Padang yang pertama tersebut.
Suasana akrab dalam pertemuan itu menggambarkan ciri khas para pengusaha muda yang menjunjung nilai kebersamaan dan kolaborasi tanpa batas atau perbedaan pandangan politik.
Bagi Braditi Moulevey, silaturahmi semacam ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan dan memperluas peluang usaha bersama.
Braditi Moulevey mengenang momen itu sebagai ajang memperkuat silaturahmi dan mempererat hubungan lintas generasi di antara sesama pengusaha.
Ia menilai, ke depan, HIPMI Padang harus mampu berperan sebagai inkubator kewirausahaan yang membina pengusaha muda agar mampu bersaing secara nasional.
“Kita perlu memastikan HIPMI menjadi wadah yang melahirkan generasi pengusaha tangguh. Sinergi dengan pemerintah, lembaga pendidikan dan sektor swasta menjadi kunci agar Padang semakin berkembang ke depannya,” katanya.