Kiprah Braditi Moulevey di HIPMI Padang jadi Inspirasi Pengusaha Muda

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Selasa, 11 November 2025 | 17:43 WIB
Dari kiri ke kanan: Sekjen DPP IKM yang juga merupakan Ketua BPC HIPMI Kota Padang periode 2009-2012, Braditi Moulevey, Ketua BPD HIPMI Sumbar periode 2025-2028, Muhammad Dhanni Hariyona, Wali Kota Padang, Fadly Amran serta pengusaha kondang dari Sumatera Barat (Sumbar), Basrizal Koto (Basko) dalam kegiatan pelantikan pengurus BPC HIPMI Kota Padang periode 2025-2028. (Dok. Tim BM)
Dari kiri ke kanan: Sekjen DPP IKM yang juga merupakan Ketua BPC HIPMI Kota Padang periode 2009-2012, Braditi Moulevey, Ketua BPD HIPMI Sumbar periode 2025-2028, Muhammad Dhanni Hariyona, Wali Kota Padang, Fadly Amran serta pengusaha kondang dari Sumatera Barat (Sumbar), Basrizal Koto (Basko) dalam kegiatan pelantikan pengurus BPC HIPMI Kota Padang periode 2025-2028. (Dok. Tim BM)



Keterlibatan pria yang akrab disapa Levi itu dalam dunia kewirausahaan tak lepas dari rekam jejak panjangnya di berbagai organisasi.





Selain aktif di HIPMI, ia yang kini juga menjabat sebagai Sekjen DPP IKM yang berperan menjembatani kolaborasi antara para perantau Minang di Ranah dan Rantau.





Kedekatannya dengan Wali Kota Padang Fadly Amran juga menjadi salah satu titik kuat dan bukti nyata dalam kiprahnya.





Pertemuan di pelantikan Kepengurusan BPC HIPMI Padang periode 2025-2028 kembali mempertegas kedalaman hubungan persahabatan yang telah terjalin lama sejak masa muda.





Dalam suasana santai, Braditi Moulevey memberikan sejumlah masukan konstruktif untuk arah pembangunan Kota Padang, termasuk pengembangan sektor usaha dan investasi.





“Masukan dari Bang Levi (sapaan akrab Braditi Moulevey) sangat berharga. Ia memahami betul karakter Kota Padang dan memiliki wawasan nasional yang bisa memperkaya kebijakan daerah,” kata Fadly Amran.





Kolaborasi ide antara keduanya diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi Padang.





Data Pemerintah Kota (Pemko) Padang mencatat, peningkatan signifikan pada jumlah Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diterbitkan, dari 2.600 pada tahun 2023 menjadi lebih dari 10 ribu pada tahun 2024. Tren positif ini juga diiringi lonjakan jumlah usaha bersertifikat halal hingga delapan kali lipat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X