Selain memperkuat infrastruktur energi, proyek ini juga membawa manfaat sosial-ekonomi bagi masyarakat lokal. Sekitar 1.500 tenaga kerja lokal akan terserap selama masa pembangunan. Di samping itu, pemerintah daerah akan menerima royalti dan bonus produksi sebagai sumber tambahan pendapatan untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Solok Selatan.
Komitmen Sumbar Jadi Provinsi Hijau
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk menjadikan Sumbar sebagai provinsi hijau pertama di Indonesia. Ia menyebut tajak sumur pertama PLTP Muara Laboh Unit-2 sebagai bukti sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan dunia usaha dalam mendorong transisi energi hijau.
“Insyaallah, dengan sinergi semua pihak, Sumbar akan menjadi Green Province pada tahun 2026. Kegiatan hari ini adalah bukti kuatnya tekad kita untuk mewujudkan energi bersih dan berkelanjutan,” ujar Mahyeldi.
Ia menjelaskan, proyek PLTP dengan kapasitas rencana 80 MW ini merupakan langkah strategis dalam mendukung agenda transisi energi nasional. Sumbar, kata Mahyeldi, memiliki potensi energi baru terbarukan (EBT) yang melimpah, mulai dari energi air, panas bumi, biomassa, hingga tenaga surya. Potensi ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hijau serta menjawab tantangan krisis energi dan perubahan iklim.
“Untuk mencapai Green Province, kita butuh dukungan investasi yang kuat serta sinergi lintas sektor — mulai dari pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, hingga masyarakat,” ucap Mahyeldi.
Dukungan Pemerintah dan Harapan untuk CSR
Gubernur Mahyeldi turut mengapresiasi komitmen PT Supreme Energy yang secara konsisten mengembangkan energi panas bumi di Sumbar. Ia menegaskan pentingnya peran sektor swasta dalam mendukung keberlanjutan proyek energi hijau dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Supreme Energy di Solok Selatan ini merupakan aset besar bagi Sumbar. Kita harus kawal dan dukung bersama agar manfaatnya terus dirasakan masyarakat secara berkelanjutan,” kata Mahyeldi.
Ia juga berharap agar perusahaan memperkuat program Corporate Social Responsibility (CSR) melalui bantuan pendidikan, pembangunan fasilitas umum, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sekitar wilayah operasi.