Proyek Energi Bersih Senilai Rp7,7 Triliun, PLTP Muara Laboh Unit-2 Siap Pasok Listrik Sumatera

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 17 Oktober 2025 | 09:59 WIB
Peresmian Tajak Sumur Pertama PLTP Muara Laboh Unit-2 ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Gubernur Mahyeldi bersama perwakilan pemerintah pusat, daerah, dan manajemen PT Supreme Energy. (Foto: Humas Pemprov Sumbar)
Peresmian Tajak Sumur Pertama PLTP Muara Laboh Unit-2 ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Gubernur Mahyeldi bersama perwakilan pemerintah pusat, daerah, dan manajemen PT Supreme Energy. (Foto: Humas Pemprov Sumbar)


Sumbardaily.com, Solok – Pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh Unit-2 di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), resmi dimulai melalui seremoni Tajak Sumur Pertama yang digelar pada Kamis (16/10/2025) di Nagari Muara Laboh. Proyek ini menjadi langkah strategis menuju realisasi Sumbar sebagai Green Province pada 2026, serta bagian dari upaya Indonesia mencapai Net Zero Emission 2060.





Acara peresmian ini merupakan kelanjutan dari Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) antara PT PLN (Persero) dan PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML) yang telah ditandatangani pada 16 Desember 2024. Dengan pengembangan kapasitas baru ini, PLTP Muara Laboh diproyeksikan memperkuat bauran energi baru terbarukan (EBT) di Sumatera dan memperluas pasokan listrik ramah lingkungan di wilayah barat Indonesia.





Kontribusi Besar Bagi Lingkungan





Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Gigih Udi Atmo, menegaskan bahwa proyek Muara Laboh Unit-2 menjadi bukti nyata komitmen PT Supreme Energy dalam mendukung pengembangan energi bersih nasional.





“Penambahan kapasitas PLTP ini akan mengurangi emisi sekitar 900 ribu ton CO₂ per tahun. Ini kontribusi besar bagi upaya nasional dalam pengendalian perubahan iklim,” ujar Gigih.





Proyek yang digarap oleh PT Supreme Energy ini bukan sekadar investasi energi, tetapi juga simbol transformasi menuju masa depan rendah karbon. Menurutnya, pemanfaatan panas bumi di Muara Laboh sejalan dengan agenda global dekarbonisasi serta memperkuat ketahanan energi nasional tanpa mengorbankan lingkungan.





Investasi Raksasa dan Dampak Ekonomi Daerah





President & CEO Supreme Energy, Nisriyanto, menjelaskan bahwa proyek Muara Laboh Unit-2 mencakup pengeboran enam hingga delapan sumur produksi dan injeksi dengan kedalaman mencapai 3.200 meter. Total nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai USD 490 juta, atau sekitar Rp7,7 triliun.





“Pembangunan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2027 dan akan menyuplai listrik bagi sekitar 435 ribu rumah tangga di Sumatera,” jelas Nisriyanto.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X