Tiga OPD Jadi Sorotan Utama
Rachmad menyebut tiga OPD yang menjadi perhatian khusus karena belum mencapai 40 persen dari target PAD berdasarkan data per 8 Juli 2025.
Di antaranya, Dinas Perhubungan (Dishub), realisasi PAD Dishub baru mencapai Rp1,25 miliar dari target Rp3,39 miliar, atau sekitar 36,88 persen.
PAD Dishub mayoritas berasal dari retribusi parkir tepi jalan, tempat khusus parkir, dan layanan mobil derek.
Dinas Perdagangan (Disdag), realisasi PAD hanya Rp3,04 miliar dari target Rp12,45 miliar, atau 24,43 persen.
Menurut Rachmad, rendahnya capaian ini disebabkan belum optimalnya pengelolaan retribusi pasar, pertokoan, serta layanan penyedotan kakus.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan target yang cukup besar, yakni Rp64,3 miliar, realisasi DLH baru mencapai Rp14,96 miliar atau 23,27 persen.
PAD DLH bersumber dari retribusi kebersihan, persampahan, dan kerja sama dengan pihak ketiga seperti PDAM.
“Ini harus menjadi perhatian serius. OPD seperti DLH yang punya target besar tidak boleh dibiarkan tertinggal. Wali Kota harus memberi perhatian dan melakukan pembinaan secara langsung,” tegas Rachmad.