Fadly Amran juga menggarisbawahi urgensi percepatan pembangunan infrastruktur dan penyelesaian aspek perizinan untuk fasilitas dapur program ini. Menurutnya, percepatan ini penting untuk memastikan jangkauan program yang lebih luas.
"Kami mendorong seluruh stakeholder untuk segera menuntaskan proses perizinan pengelolaan fasilitas dapur. Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi peningkatan gizi anak-anak, tetapi juga memberdayakan pelaku usaha mikro kecil menengah lokal dan memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan," jelasnya.
Target ambisius yang ditetapkan adalah menjangkau lebih dari 100 sekolah di seluruh Kota Padang. Pengembangan program akan dilakukan secara bertahap hingga dapat melayani seluruh institusi pendidikan yang memenuhi kriteria.
"Kualitas cita rasa hidangan yang disajikan sangat mengesankan, tidak kalah dengan standar rumah makan profesional. Ini mencerminkan dedikasi luar biasa dari para tenaga pengolahan makanan," ujar Fadly Amran setelah mencicipi langsung hidangan yang disajikan di sekolah.
Operasional Penuh dengan Standar Prosedur Ketat
Doly Andhika, yang menjabat sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Yayasan Asmaul Kalidamang Parak Karakah, mengonfirmasi bahwa pelaksanaan program pada hari tersebut berjalan sesuai rencana. Ia menegaskan bahwa tahap uji coba telah selesai dan program kini beroperasi secara penuh.
"Kami tidak lagi berada dalam fase percobaan, melainkan telah memasuki operasional penuh. Target distribusi hari ini mencakup 11 sekolah, namun karena satu institusi sedang dalam masa libur, maka distribusi efektif dilakukan ke 10 sekolah yang terdiri dari satu SMP yaitu SMPN 8, lima Sekolah Dasar, dan empat Taman Kanak-kanak," jelasnya.
Menu yang disajikan pada hari tersebut mencakup nasi putih sebagai karbohidrat utama, ayam dengan saus tiram sebagai protein hewani, tahu goreng sebagai protein nabati, tumis toge sawi putih sebagai sumber vitamin dan mineral, serta jeruk sebagai sumber vitamin C. Variasi menu akan dirotasi setiap hari dengan bahan baku yang sebagian besar dipasok oleh pelaku usaha mikro kecil menengah setempat.
"Pengelolaan dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang ditetapkan Badan Gizi Nasional, dan kami menerapkan sistem manajemen kontrol yang ketat untuk mencegah terjadinya kelalaian dalam proses produksi dan distribusi," tambah Doly.