"Harapan kami adalah masyarakat dapat memahami bahwa ini merupakan manifestasi dari upaya kesiapsiagaan. Melalui rutinitas mendengar dan mengenal karakteristik bunyi sirene, diharapkan masyarakat akan memiliki respons yang lebih cepat dan tepat apabila menghadapi situasi darurat yang sesungguhnya," kata Hendri.
Inisiatif BPBD Kota Padang ini mencerminkan komitmen berkelanjutan dalam membangun kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat menghadapi potensi ancaman bencana.
Pendekatan edukasi dan simulasi terjadwal seperti ini diharapkan dapat memperkuat kultur kesiapsiagaan di tingkat komunitas.
Program pemantauan sirene tsunami ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memastikan sistem peringatan dini berfungsi secara maksimal.
"Dengan 23 titik sirene yang tersebar strategis, BPBD Padang berupaya memberikan cakupan peringatan yang komprehensif bagi seluruh komunitas pesisir," katanya.
Kegiatan simulasi bulanan ini menjadi bagian dari rangkaian program mitigasi bencana yang telah dirancang secara sistematis.
"BPBD Padang terus mengembangkan berbagai strategi untuk memastikan masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menghadapi ancaman tsunami," tutur Hendri. (red)