"Hal tersebut sudah saya bicarakan dengan Bupati Solok, termasuk dengan Bank Nagari. Jadi rumah makan itu ditalangi terlebih dahulu oleh Bank Nagari, nanti rumah makan akan menggunakan QRIS Bank Nagari, dan uang konsumen itu mengalir ke Bank Nagari," ungkapnya.
Menurutnya, mekanisme ini sangat relevan dengan tren transaksi saat ini yang semakin mengarah pada sistem non-tunai seperti mobile banking, QRIS, dan transfer.
Dengan demikian, akan tercipta siklus ekonomi yang menguntungkan bagi petani di Sumbar.
"Ini akan berputar dan tentunya kita harap bisa jadi pemasukan bagi masyarakat di Sumbar. Ini baru satu sektor, di pertanian. Terkait sektor lain, seperti pariwisata dan lain-lainnya, tentunya akan kami kembangkan secara bertahap," pungkasnya. (red)