IKM Jakarta saat ini sedang melakukan penjajakan kerjasama dengan Bank Nagari dan sektor pertanian di Sumbar, khususnya untuk pasokan beras Solok yang terkenal dengan kualitas dan rasanya yang khas.
"Selama ini kendala yang ada dari data yang kami miliki, beras Solok ini distribusinya hanya lancar 1-2 bulan. Memasuki bulan ketiga dan seterusnya, berasnya terpaksa dicampur dengan beras lain, sehingga kepastian distribusi barang ini terganggu," papar Braditi.
Untuk mengatasi masalah tersebut, IKM Jakarta berinisiatif mendata rumah makan Padang di Jakarta yang berminat menggunakan beras Solok, lalu bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat.
Braditi mengungkapkan bahwa dia telah bertemu dengan Bupati Solok, Jon Firman Pandu, yang menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi informasi mengenai penggilingan padi (heler) yang dapat menyuplai beras berkualitas standar sesuai permintaan pasar.
"Untuk itu kita data, dengan jumlah yang cukup besar dan rumah makan yang banyak juga akan mempermudah distribusi. Kita juga bisa membantu rumah makan berskala kecil dan menengah ke bawah. Kalau mereka membeli sendiri itu mahal, berat di ongkos. Namun, jika kita kumpulkan dan beli dalam jumlah besar, tentu ongkosnya akan jauh lebih ringan," jelasnya.
Braditi juga memaparkan rencana skema pembiayaan untuk mendukung program tersebut.
Dalam hal ini, Bank Nagari akan berperan penting sebagai lembaga yang menalangi pembelian beras dalam jumlah besar.