Fakta yang cukup miris, mayoritas pelaku didominasi oleh anak di bawah umur dan remaja putus sekolah.
Menemukan fakta tersebut, Irjen Gatot tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga mengambil langkah preventif dengan memerintahkan seluruh jajaran Bhabinkamtibmas hingga tingkat Polsek untuk melakukan pendataan By Name By Address terhadap seluruh pelajar putus sekolah yang selama ini luput dari intervensi pemerintah.
"Hasilnya ada ribuan anak putus sekolah yang selama ini tidak tersentuh. Mereka baru tersentuh setelah ditangkap. Situasi ini sudah saya sampaikan kepada Gubernur dan Walikota untuk segera ditindaklanjuti dan diselesaikan bareng-bareng," katanya.
Kapolda mengakui bahwa tidak sulit bagi pihak kepolisian untuk menindak secara hukum para pelaku tawuran dan balap liar.
Namun, penindakan semata tanpa mempertimbangkan akar permasalahan justru akan berdampak negatif terhadap masa depan anak-anak tersebut.
"Sangat gampang bagi polisi untuk menindak secara hukum. Tapi masa depan mereka ke depannya bagaimana? Jadi persoalan ini memang harus diselesaikan bersama-sama. Semua harus bergerak untuk menyelamatkan generasi muda kita ini," tegas Irjen Gatot.
Ia juga menyampaikan rencananya untuk segera menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam waktu dekat.
Menekan Angka Penyalahgunaan Narkoba
Selain fokus pada permasalahan tawuran dan balap liar, Irjen Gatot juga menunjukkan keberhasilan dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba di Sumatera Barat.