Fokus utama adalah titik-titik yang berpotensi mengalami gangguan selama musim Lebaran, seperti daerah rawan banjir, longsor, serta lokasi dengan potensi gangguan prasarana lainnya.
Area yang mendapat perhatian khusus adalah jalur Lubuk Alung – Kayu Tanam dan jalur Bukit Putus – Indarung.
Tim juga melakukan pemeriksaan terhadap perlintasan sebidang yang rawan kecelakaan di sepanjang jalur Padang – Naras.
"Objek pemeriksaan di stasiun meliputi informasi dan fasilitas keselamatan seperti alat pemadam api ringan (APAR), petunjuk jalur evakuasi, titik kumpul, dan nomor telepon darurat. Selain itu, fasilitas kesehatan seperti pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), kursi roda, dan tandu, serta lampu penerangan," jelas As'ad mengenai detail pemeriksaan yang dilakukan.
Inspeksi menyeluruh ini juga mencakup pemeriksaan terhadap sistem pengamanan seperti kamera pengintai (CCTV) dan keberadaan petugas keamanan.
Fasilitas penunjang kenyamanan penumpang seperti ruang tunggu, toilet, dan musala turut diperiksa kelayakannya.
Tidak ketinggalan, tim juga memastikan ketersediaan informasi pelayanan seperti denah stasiun, jadwal perjalanan kereta api, dan peta jaringan kereta api yang sangat dibutuhkan penumpang, terutama yang baru pertama kali menggunakan moda transportasi ini.
Komitmen KAI Divre II Sumbar dalam mempersiapkan layanan terbaik selama periode Angkutan Lebaran 2025 terbukti melalui hasil Ramp Check yang dilakukan oleh Tim Kementerian Perhubungan.