"Dalam sembilan tahun terakhir, saya melihat sendiri bagaimana kebutuhan masyarakat terus meningkat, sementara kapasitas fiskal daerah kita masih terbatas," jelasnya.
Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk melakukan manajemen keuangan yang lebih baik agar setiap rupiah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat.
Menghadapi keterbatasan anggaran tersebut, Sutan Riska mengambil langkah strategis dengan membangun relasi intensif hingga ke pemerintah pusat.
Pendekatan ini dilakukan untuk menjemput anggaran tambahan yang dapat membantu menutupi kekurangan APBD Dharmasraya. Melalui strategi lobi yang efektif, ia berhasil menghadirkan berbagai program dan proyek pembangunan yang didanai APBN.
"Kita tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Oleh karena itu, saya secara aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan bahwa Dharmasraya mendapatkan perhatian dan anggaran tambahan untuk pembangunan," tutur Sutan Riska.
Ia menambahkan bahwa upaya ini telah membuahkan hasil dan mampu mendorong percepatan pembangunan di daerahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sutan Riska juga menekankan bahwa setiap keputusan yang diambil selama masa kepemimpinannya selalu didasarkan pada kepentingan bersama, bukan kepentingan individu atau kelompok tertentu.
Meskipun demikian, ia mengakui bahwa sebagai pengambil kebijakan, tidak semua pihak akan merasa puas dengan setiap keputusan yang dibuat.