Kecelakaan ini tidak hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga berpotensi merusak sarana prasarana kereta api dan mengganggu jadwal perjalanan.
Dalam upaya pencegahan, KAI Divre II Sumbar telah melaksanakan berbagai program edukasi, termasuk 21 kali sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang dan 13 kali sosialisasi di sekolah-sekolah yang berlokasi dekat jalur kereta api.
Selain itu, KAI Divre II Sumbar juga mengajukan proposal pembangunan flyover dan underpass kepada pemerintah, serta melakukan perawatan rutin pada peralatan di perlintasan sebidang.
Atas dedikasi dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api melalui program penutupan perlintasan sebidang secara sistematis dan berkelanjutan, KAI Divre II Sumbar dianugerahi piagam penghargaan dari Ditjenka Kemenhub.
"Keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah untuk berperan aktif dalam menjaga keselamatan. Kepada pengguna jalan, hendaknya selalu waspada dan mematuhi rambu-rambu yang terpasang saat melintasi jalur kereta api," tegas As'ad.
Inisiatif penutupan perlintasan sebidang liar ini merupakan langkah strategis KAI dalam meminimalisir risiko kecelakaan dan memastikan kelancaran operasional kereta api di wilayah Sumbar. (red)