Mereka menilai pemerintah tidak layak menaikkan harga BBM bersubsidi karena masyarakat belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi Covid-19.
Selanjutnya aspirasi tenaga honorer yang menuntut dimasukkan dalam pendataan Kementerian PAN-RB, puluhan tenaga non ASN Solok Selatan datangi DPRD Sumbar, Selasa sore (13/9/2022).
Kedatangan mereka mewakili sebanyak 2.400 tenaga non ASN lainnya yang masih berstatus aktif dan juga non aktif.
Tenaga non ASN ini diantaranya berprofesi sebagai guru honorer, tenaga medis, pegawai instansi pemerintahan dan lainnya. Mereka ada yang sudah diberhentikan sejak tahun lalu dan baru-baru ini. Ada pula yang masih bekerja namun akan segera dirumahkan.
Selanjutnya Ratusan siswa didampingi wali murid SMAN 1 Padang datang mengadu ke DPRD Sumbar, Mereka merasa dianaktirikan karena tidak ditempatkan belajar di gedung SMAN 1 Lolong Belanti, Padang. Melainkan pada gedung II di Jalan Bunda, Ulak Karang.
Merasa tak ada penyelesaian dari pihak sekolah dan Dinas Pendidikan mereka meminta bantuan DPRD Sumbar untuk membantu penyelesaian.
Baca Juga:
IMI Sumbar Gelar Musprov, Pilih Kepengurusan Baru
Selanjutnya menerima aspirasi pengemudi ojek online (Ojol) terkait pemerataan tarif, dan penertiban terhadap aplikator yang tak taat dengan aturan.