“Saat ini target pasarnya ke kampus-kampus, itu udah ada kemungkinan pasar karena brand-nya sambal lado goreng. Ke restoran dan pusat oleh-oleh juga,” ungkap Welya.
Lebih lanjut Welya berharap, dengan pelatihan ini Kelompok Tani Baramban Saiyo bisa terus berinovasi membuat produk turunan sayuran sehat bersertifikat prima 3.
“Tidak hanya cabai, tapi bisa melakukannya ke produk lain. Terus ke depannya harus ada ciri khas lagi misalnya sambal lado tanak atau yang bisa menjadi ciri khas,” sebut Welya. (ik)