Selain pembuatan dan pengolahan, Kelompok Tani Baramban Saiyo juga dilatih membuat packaging, pelabelan, pengurusan sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).
Usung Brand Baiyo
Menurut Welya, brand samba lado goreng dan saos sambal dari olahan cabai produk sayuran sehat bersertifikat prima 3 ini diberi nama Baiyo.
“Setelah pengolahan dan pelabelan, harganya jadi naik. Sempat ada orderan dari Kementerian Agama tapi karena Covid-19 ngga jadi,” ungkap Welya.
“Terus pascacovid dapat orderan lagi. Salah satunya jadi oleh-oleh khas dari Agam. Orderan langsung ke kelompok tani,” tambah Welya.
Sistem pemasarannya dibantu oleh Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam.
Baca Juga:
Wagub Sumbar Antarkan Langsung Insentif Guru di Mentawai Pakai Jetski
“Saat ini target pasarnya ke kampus-kampus, itu udah ada kemungkinan pasar karena brand-nya sambal lado goreng. Ke restoran dan pusat oleh-oleh juga,” ungkap Welya.
Lebih lanjut Welya berharap, Kelompok Tani Baramban Saiyo terus
Menurut Welya, nama brand-nya Baiyo. Sistem pemasarannya dibantu oleh Badan usahanya Milik Nagari (Bumnag) dan Pemerintah Kabupaten Agam.