“Beranjak dari situ, makanya kita telah mengembangkan teknik budidaya sayuran sehat di Kecamatan Banuhampu secara bertahap menuju pertanian organik, karena kalau langsung tidak akan mungkin bisa. Butuh proses,” tambah Trimurti.
Lebih lanjut Trimurti menyampaikan, langkah ini dimulai dengan mengurangi penggunaan pestisida sintetik dan menggantinya dengan menggunakan teknik pengendalian hama terpadu yang mengutamakan sumber daya lokal.
Baca Juga:
Dosen Unand Beri Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Baramban, Ini Tujuannya
Seperti pemanfaatan musuh alami hama, agens antagonis penyakit, pestisida nabati, tanaman perangkap, dan lain-lain.
Pestisida nabati yang digunakan sebagai sumber daya lokal adalah keberadaannya melimpah dan pertumbuhannya cepat di sekitar areal pertanian, seperti yang ditemukan di Nagari Pakan Sinayan yaitu Bunga Pahit (Tithonia diversifolia), Kerinyu (Chromolaena odorata), Kecubung (Datura metel L.), Sirih Hutan (Piper aduncum).
Selain itu, memperkaya bahan organik agar tanah menjadi subur dan sehat. Tanah jenis ini banyak mengandung organisme menguntungkan dan bisa menekan perkembangan organisme merugikan.
“Awalnya kita lakukan berbagai paket percobaan di Nagari Taluak IV Suku dan Ladang Laweh secara kontinu selama dua tahun dengan mengikuti teknik dasar good agricultural practice atau praktik budidaya tanaman yang baik,” ucap Trimurti.