“Petani akan dibayar dulu oleh Bumnag, lalu Bumnag yang akan memasarkan ke tempat-tempat yang menerima sayuran sehat bersertifikat prima 3 ini,” ungkap Welya.
Welya menyebut, di akhir kegiatan pelatihan juga dibentuk anggota kepengurusan yang bertugas mendata komoditi para petani yang telah bersertifikat prima 3, hingga mendata pangsa pasar dan memasarkan.
“Terus tugasnya juga mendata siapa yang akan panen, siapa yang menyuplai pada waktu-waktu tertentu. Harapannya petani dengan menjual sayuran sehat ini bisa naik taraf hidupnya,” tutur Welya. (adv/ik)