Selain Beras Solok, Ikan Bilih juga banyak terdapat di sekitar Kota Solok. Ikan Bilih ini, menurut Welya, juga sangat potensial dijadikan sebagai makanan ringan yang tinggi protein.
Baca Juga:
Lakukan Sidak, Polresta Padang Minta Apotek Tak Jual Obat Sirup
“Nah, Ikan Bilih ini juga potensial. Kalau diolah menjadi makanan ringan yang tinggi protein, bisa bagus untuk anak-anak,” sebut Welya.
Untuk itu, kata Welya, pelatihan melalui program Matching Fund ini penting diberikan kepada UMKM di Kota Solok sebagai upgrade kemampuan Kelompok UMKM tentang produk makanan ringan.
“Setelah ini akan dilakukan konstruksi makanan ringan ekstrudat. Selanjutnya akan dilakukan uji coba produksi, uji pasar, analisis gizi, dan pengurusan izin edar, halal, dan lain-lain sampai nantinya benar-benar bisa diedarkan,” ucap Welya.
Welya berharap Kelompok UMKM yang mengikuti pelatihan ini bisa mengembangkan produk makanan ringan khas Kota Solok dengan teknologi ekstruksi.
“Selain itu, harapannya bisa menghasilkan makanan ringan yang menggunakan bahan dasar dari potensi lokal,” ucap Welya.
Mewakili Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Solok, Budi Kurniawan mengapresiasi Tim Matching Fund Unand yang telah memberikan pelatihan kepada Kelompok UMKM Makanan Ringan UBerrr Kota Solok.