Masalah diperparah oleh akses jalan atau gang yang sangat sempit (gang senggol). Ketika kebakaran terjadi, mobil pemadam berukuran besar sering kali terhambat masuk, sehingga api sudah terlanjur membesar sebelum bantuan tiba.
Tata ruang yang padat dan semrawut ini seperti tumpukan kayu kering yang hanya menunggu satu percikan api untuk menjadi bencana besar.
Selain faktor geografis dan tata ruang, ada beberapa pemicu utama kebakaran di Kota Padang yang berakar dari kelalaian sehari-hari:
- Korsleting Listrik dan "Maliang" Kabel. Penggunaan instalasi listrik yang tidak standar (SNI) dan kebiasaan menumpuk steker (colokan T) secara berlebihan. Ditambah lagi perilaku mencaliang atau mencuri arus listrik ilegal yang memicu beban berlebih.
- Kelalaian Dapur. Meninggalkan kompor gas dalam keadaan menyala saat pergi keluar rumah atau ketidaktahuan cara menangani kebocoran tabung gas LPG.
- Sikap Apatis/Masa Bodoh. Merasa bahwa musibah kebakaran hanya akan menimpa orang lain dan tidak akan terjadi pada diri sendiri, sehingga mengabaikan langkah-langkah proteksi dini seperti menyediakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) atau memeriksa kelayakan kabel rumah secara berkala.
- Pencegahan Kebakaran dari Aspek Agama, Kearifan Lokal, dan Kepedulian Sosial. Untuk mengubah perilaku masyarakat, kita harus mengaitkannya dengan tiga pilar utama yang hidup dalam sanubari warga Padang
A. Perspektif Agama: Ikhtiar Sebelum Tawakal
Dalam Islam, menjaga jiwa (hifzhun nafs) dan menjaga harta (hifzhul maal) adalah bagian dari maqashid syariah (tujuan agama). Kebakaran sering kali terjadi karena kita keliru mengartikan konsep takdir.
Bukan Pasrah Tanpa Usaha: Mengabaikan kabel rumah yang terkelupas dengan dalih "kalau sudah takdirnya terbakar, ya terbakar" adalah pemahaman yang keliru.
Prinsip Iqilhas wa Tawakkal: Rasulullah SAW pernah mengingatkan untuk mengikat unta terlebih dahulu sebelum bertawakal.
Dalam konteks kebakaran, mengikat unta berarti mematikan kompor, mencabut charger HP yang tidak dipakai, dan mengecek instalasi listrik. Pencegahan kebakaran adalah bentuk ibadah yang nyata untuk melindungi sesama.