Pencegahan Kebakaran di Kota Padang dari Perspektif Agama, Kearifan Lokal dan Kepedulian Sosial

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 18 September 2026 | 19:01 WIB
Tenaga Ahli Pemko Padang, Zaitul Ikhlas Saad Rajo Intan. (Dok. Sumbar Daily)
Tenaga Ahli Pemko Padang, Zaitul Ikhlas Saad Rajo Intan. (Dok. Sumbar Daily)



Masalah diperparah oleh akses jalan atau gang yang sangat sempit (gang senggol). Ketika kebakaran terjadi, mobil pemadam berukuran besar sering kali terhambat masuk, sehingga api sudah terlanjur membesar sebelum bantuan tiba.





Tata ruang yang padat dan semrawut ini seperti tumpukan kayu kering yang hanya menunggu satu percikan api untuk menjadi bencana besar.





Selain faktor geografis dan tata ruang, ada beberapa pemicu utama kebakaran di Kota Padang yang berakar dari kelalaian sehari-hari:






  1. Korsleting Listrik dan "Maliang" Kabel. Penggunaan instalasi listrik yang tidak standar (SNI) dan kebiasaan menumpuk steker (colokan T) secara berlebihan. Ditambah lagi perilaku mencaliang atau mencuri arus listrik ilegal yang memicu beban berlebih.




  2. Kelalaian Dapur. Meninggalkan kompor gas dalam keadaan menyala saat pergi keluar rumah atau ketidaktahuan cara menangani kebocoran tabung gas LPG.




  3. Sikap Apatis/Masa Bodoh. Merasa bahwa musibah kebakaran hanya akan menimpa orang lain dan tidak akan terjadi pada diri sendiri, sehingga mengabaikan langkah-langkah proteksi dini seperti menyediakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) atau memeriksa kelayakan kabel rumah secara berkala.




  4. Pencegahan Kebakaran dari Aspek Agama, Kearifan Lokal, dan Kepedulian Sosial. Untuk mengubah perilaku masyarakat, kita harus mengaitkannya dengan tiga pilar utama yang hidup dalam sanubari warga Padang





A. Perspektif Agama: Ikhtiar Sebelum Tawakal





Dalam Islam, menjaga jiwa (hifzhun nafs) dan menjaga harta (hifzhul maal) adalah bagian dari maqashid syariah (tujuan agama). Kebakaran sering kali terjadi karena kita keliru mengartikan konsep takdir.





Bukan Pasrah Tanpa Usaha: Mengabaikan kabel rumah yang terkelupas dengan dalih "kalau sudah takdirnya terbakar, ya terbakar" adalah pemahaman yang keliru.





Prinsip Iqilhas wa Tawakkal: Rasulullah SAW pernah mengingatkan untuk mengikat unta terlebih dahulu sebelum bertawakal.





Dalam konteks kebakaran, mengikat unta berarti mematikan kompor, mencabut charger HP yang tidak dipakai, dan mengecek instalasi listrik. Pencegahan kebakaran adalah bentuk ibadah yang nyata untuk melindungi sesama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB
X