Faktor Sosiologis dan Perilaku Warga: Sosiolog memandang adanya anomi sosial, di mana sebagian masyarakat abai terhadap lingkungan sekitar. Sampah dibuang ke saluran air, parit, dan sungai, yang kemudian menyumbat simpul-simpul drainase kota.
Korelasi Curah Hujan dan Teologi Kontemporer: Secara fisik, curah hujan di Padang memang tinggi. Namun secara teologis, hujan adalah rahmat yang volumenya diturunkan berdasarkan takaran keseimbangan alam. Krisis terjadi karena manusia merusak wadah penampung takaran tersebut.
QS. Ar-Rum [30]: 41 menyatakan: "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia…
Banjir bukan takdir mutlak dari Allah, melainkan dampak dari hilangnya kapasitas tampung bumi akibat keserakahan dan kelalaian manusia (human-made disaster).
Kerugian Materi dan Immateri Akibat Bencana Banjir
Bencana banjir berulang di Kota Padang menimbulkan dampak kerugian yang masif:
Kerugian Materi: kerusakan ribuan rumah warga, tenggelamnya fasilitas pendidikan dan ibadah, kerusakan kendaraan, serta gagal panen komoditas pertanian di daerah Koto Tangah.