opini

Bencana Banjir Kota Padang; Tinjauan dari Perspektif Ekologis, Planalogis, Sosiologis dan Teologis

Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:31 WIB
Banjir terjadi di Kabupaten Tanah Datar pada Rabu (13/5/2026). (Foto: BNPB)




Faktor Sosiologis dan Perilaku Warga: Sosiolog memandang adanya anomi sosial, di mana sebagian masyarakat abai terhadap lingkungan sekitar. Sampah dibuang ke saluran air, parit, dan sungai, yang kemudian menyumbat simpul-simpul drainase kota.





Korelasi Curah Hujan dan Teologi Kontemporer: Secara fisik, curah hujan di Padang memang tinggi. Namun secara teologis, hujan adalah rahmat yang volumenya diturunkan berdasarkan takaran keseimbangan alam. Krisis terjadi karena manusia merusak wadah penampung takaran tersebut.





QS. Ar-Rum [30]: 41 menyatakan: "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia…





Banjir bukan takdir mutlak dari Allah, melainkan dampak dari hilangnya kapasitas tampung bumi akibat keserakahan dan kelalaian manusia (human-made disaster).





Kerugian Materi dan Immateri Akibat Bencana Banjir





Bencana banjir berulang di Kota Padang menimbulkan dampak kerugian yang masif:





Kerugian Materi: kerusakan ribuan rumah warga, tenggelamnya fasilitas pendidikan dan ibadah, kerusakan kendaraan, serta gagal panen komoditas pertanian di daerah Koto Tangah.


Halaman:

Tags

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB