Bencana Banjir Kota Padang; Tinjauan dari Perspektif Ekologis, Planalogis, Sosiologis dan Teologis

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:31 WIB
Banjir terjadi di Kabupaten Tanah Datar pada Rabu (13/5/2026). (Foto: BNPB)
Banjir terjadi di Kabupaten Tanah Datar pada Rabu (13/5/2026). (Foto: BNPB)



Terjadi pula kerusakan infrastruktur publik seperti jebolnya tanggul darurat, jembatan runtuh, dan aspal jalan yang mengelupas.





Kerugian Immateri: Trauma psikologis yang mendalam pada anak-anak dan lansia setiap kali hujan lebat turun, hilangnya waktu produktif masyarakat akibat aktivitas pembersihan sisa lumpur banjir, gangguan kesehatan massal (seperti penyakit kulit dan pencernaan), hingga hilangnya nyawa korban yang terseret arus banjir bandang.





Langkah Strategis Pemko Padang untuk Mengatasi Bencana Banjir
Pemerintah Kota Padang telah menjalankan beberapa program taktis, namun memerlukan percepatan dan konsistensi di lapangan:






  1. Normalisasi dan Pengerukan Sungai: Melakukan pengerukan sedimen secara berkala pada 21 aliran sungai utama dan memperkuat dinding retaining wall (tanggul penahan) sungai yang rawan jebol.




  2. Penegakan Regulasi RTRW: Memperketat pengawasan pemberian izin mendirikan bangunan (IMB) melalui penegakan Perda No. 3 Tahun 2019 tentang RTRW Kota Padang, terutama melarang pembangunan hunian di zona lindung, bantaran sungai, dan kawasan resapan air.




  3. Masterplan Drainase Terintegrasi: Memperbaiki konektivitas drainase makro dan mikro perkotaan serta membuat sistem polder atau kolam retensi buatan di area dataran rendah.




  4. Inovasi Pengelolaan Sampah: Menjajaki pembangunan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Air Dingin guna memotong rantai tumpukan sampah harian, serta menggalakkan Bank Sampah di tingkat kelurahan.




  5. Opsi Relokasi Hunian: Menyediakan fasilitas rumah hunian tetap bagi warga yang tinggal di zona merah rawan banjir bandang atau bantaran sungai kritis.





Kesimpulan
Bencana banjir di Kota Padang merupakan akibat langsung dari ketidakseimbangan ekosistem akibat ulah manusia, di mana kerusakan DAS di hulu, penyumbatan parah oleh 700 ton sampah harian, disfungsi drainase, dan inkonsistensi tata ruang berpadu merusak daya tampung alami kota.





Banjir terjadi bukan karena takaran hujan dari Allah yang berlebih, melainkan karena manusia telah menghancurkan takaran wadah di bumi yang seharusnya menampung air tersebut.





Pengabaian terhadap keseimbangan alam ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah manusia sebagai Khalifah Fil Ard (pemimpin di muka bumi) yang diperintahkan untuk menjaga kelestarian lingkungan.





Rekomendasi
Untuk percepatan penanggulangan banjir di kota Padang, tertumpang beberapa rekomendasi sebagai berikut:






  1. Pendekatan Planologi: Hentikan total alih fungsi lahan di daerah resapan air dan kawasan rawa; wajibkan setiap pembangunan perumahan baru menyediakan sumur resapan (biopori) serta menyisihkan 30 persen areanya untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) produktif.




  2. Pendekatan Ekologi: Lakukan moratorium pembalakan di kawasan perbukitan hulu dan galakkan reboisasi masif pada DAS 21 sungai di Padang untuk mengembalikan fungsi hidrologis hutan.




  3. Pendekatan Sosiologis & Budaya Terapkan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) yang tegas bagi warga yang membuang sampah sembarangan, serta optimalkan kembali Lembaga Pengelola Sampah (LPS) berbasis komunitas di tingkat rukun tetangga.




  4. Pendekatan Teologis Kontemporer: Masukkan materi Fikih Lingkungan (Eco-Theology) ke dalam khutbah Jumat, pengajian, dan kurikulum muatan lokal sekolah di Kota Padang untuk membangun kesadaran transendental bahwa menjaga kebersihan drainase dan menanam pohon adalah bagian dari ibadah kepada Allah SWT.





(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB
X