opini

Bencana Banjir Kota Padang; Tinjauan dari Perspektif Ekologis, Planalogis, Sosiologis dan Teologis

Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:31 WIB
Banjir terjadi di Kabupaten Tanah Datar pada Rabu (13/5/2026). (Foto: BNPB)


Oleh: Zaitul Ikhlas Saad Rajo Intan
Tenaga Ahli Pemko Padang





Pendahuluan
Bencana banjir di Kota Padang bukan lagi sekadar fenomena alam musiman, melainkan sebuah krisis multidimensional yang kompleks. Secara topografis, Kota Padang terjepit di antara Samudera Hindia di sisi barat dan dinding terjal Bukit Barisan di sisi timur, menciptakan karakteristik wilayah koridor sempit dengan potensi hidrologis yang sangat dinamis.





Perspektif teologis kontemporer memandang bahwa alam diciptakan dalam tatanan yang seimbang (mizan). Dalam *QS. Al-Qamar [54]: 49, Allah menegaskan: *Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takaran)*





Curah hujan yang turun dari langit pada dasarnya telah diukur volumenya agar selaras dengan kapasitas daya tampung geografis bumi.





Namun, mengapa takaran yang presisi ini berujung pada bencana banjir destruktif di Kota Padang?





Kajian ini akan membedah bagaimana kerusakan ekologi buatan manusia (anthropogenic damage) mendistorsi sistem takaran ilahi tersebut, memicu malapetaka ruang, dan bagaimana solusinya secara struktural maupun kultural.





Kondisi Ril Lingkungan Hidup di Kota Padang Saat Ini


Halaman:

Tags

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB