Oleh: Zaitul Ikhlas Saad Rajo Intan
Tenaga Ahli Pemko Padang
Pendahuluan
Bencana banjir di Kota Padang bukan lagi sekadar fenomena alam musiman, melainkan sebuah krisis multidimensional yang kompleks. Secara topografis, Kota Padang terjepit di antara Samudera Hindia di sisi barat dan dinding terjal Bukit Barisan di sisi timur, menciptakan karakteristik wilayah koridor sempit dengan potensi hidrologis yang sangat dinamis.
Perspektif teologis kontemporer memandang bahwa alam diciptakan dalam tatanan yang seimbang (mizan). Dalam *QS. Al-Qamar [54]: 49, Allah menegaskan: *Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takaran)*
Curah hujan yang turun dari langit pada dasarnya telah diukur volumenya agar selaras dengan kapasitas daya tampung geografis bumi.
Namun, mengapa takaran yang presisi ini berujung pada bencana banjir destruktif di Kota Padang?
Kajian ini akan membedah bagaimana kerusakan ekologi buatan manusia (anthropogenic damage) mendistorsi sistem takaran ilahi tersebut, memicu malapetaka ruang, dan bagaimana solusinya secara struktural maupun kultural.
Kondisi Ril Lingkungan Hidup di Kota Padang Saat Ini