opini

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB
Pemasangan spanduk bertuliskan Berani Jujur Hebat di Gedung KPK. (Foto: The Jakarta Post)



Dalam tata bahasa Indonesia, tanda baca koma digunakan untuk memisahkan unsur-unsur yang setara dalam sebuah deret. Jika slogan itu ditulis menjadi "Berani, Jujur, Hebat!", masyarakat kemungkinan akan membacanya sebagai daftar tiga sifat baik yang berdiri sendiri, yaitu berani itu baik, jujur itu baik, dan hebat juga baik.





Tidak ada hubungan khusus di antara ketiganya.





Namun ketika koma dihilangkan, cara masyarakat membaca slogan itu bisa saja ikut berubah.





Tanpa sadar, boleh jadi pembaca mulai menyusun hubungan antarkata tersebut, seperti berani untuk jujur adalah hebat.





Kalimat itu tidak pernah ditulis oleh KPK. Akan tetapi, hampir semua orang kemungkinan sampai pada kesimpulan yang sama.





Inilah cara kerja bahasa slogan.





Slogan tidak bekerja seperti bahasa undang-undang atau bahasa birokrasi yang berusaha menjelaskan segala sesuatu secara lengkap. Bahasa slogan justru bekerja melalui penghilangan, misalnya menghilangkan subjek, prediket, bahkan menghilangkan tanda baca.





Yang tidak ditulis sering kali sama pentingnya dengan yang ditulis.

Halaman:

Tags

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB