Oleh: Idris Daulat
Media Strategist and Digital Narrative Partner
Ada satu hal yang jarang dibicarakan dengan jujur. Perselingkuhan perempuan menikah sering dianggap cuma soal nafsu.
Padahal dalam banyak kasus, ia lebih sering lahir dari ruang yang lebih sepi, sepeti merasa tidak dilihat, tidak dipilih, tidak didengar, tapi masih harus terlihat baik-baik saja di rumah.
Dan kalau harus memilih kekasih gelap antara berondong muda, duda, atau suami orang, jawabannya tidak sesederhana “siapa yang paling ganteng” atau “siapa yang paling berani modal”.
Biasanya pilihan itu mengikuti luka yang sedang aktif. Berondong muda sering masuk lewat pintu validasi. Duda masuk lewat pintu kedewasaan emosional. Suami orang masuk lewat pintu rahasia yang sama-sama tahu batas, walau justru di situ bahayanya.
Menariknya, data modern tentang perselingkuhan menunjukkan perempuan lebih sering mengaitkan affair dengan dimensi emosional dibanding laki-laki.
Survei Institute for Family Studies pada 2024 mencatat perempuan lebih banyak muncul pada kategori emotional-only affair, sementara laki-laki lebih dominan pada affair berbasis seksual atau kombinasi seks dan emosi.