Suami orang bisa membuatnya merasa “sama-sama ngerti situasi”, tapi biasanya paling sulit bersih, karena dua rumah ikut terbakar diam-diam. Yang sering orang tidak sadar, perselingkuhan jarang dimulai dari ranjang.
Ia sering dimulai dari percakapan yg terasa lebih hangat daripada rumah sendiri. Dari chat yang tidak penting tapi ditunggu. Dari “sudah makan?” yang terdengar lebih perhatian daripada obrolan bertahun-tahun di meja makan.
Dari seseorang yang melihat perubahan kecil, ketika pasangan sah bahkan tidak sadar istrinya sudah lama berubah menjadi sunyi. Dan di situlah masalahnya. Bukan semua wanita bersuami yang kesepian akan selingkuh. Tentu tidak. Banyak yang bertahan. Banyak yang memilih diam.
Banyak yang memilih memperbaiki. Tapi kalau kesepian bertemu kesempatan, validasi, dan rahasia, manusia bisa jadi sangat pandai membenarkan hal yang sebenarnya ia tahu salah.
Kesimpulannya begini. Berondong menggoda tubuh dan harga diri. Duda menggoda batin dan kebutuhan dipahami.
Suami orang menggoda sisi gelap, yakni rahasia, risiko, dan ilusi kendali. Tapi pada akhirnya, pilihan kekasih gelap lebih banyak bercerita tentang luka perempuan itu daripada tentang laki-laki yang dipilihnya.
Karena kadang yang ia cari bukan pria lain. Ia sedang mencari dirinya sendiri yang dulu pernah merasa hidup, cantik, didengar dan penting. Sayangnya, jalan yang terasa menyelamatkan itu sering justru membawa orang masuk ke reruntuhan yang lebih dalam.