Karier dan Realitas Rumah Tangga
Bekerja bukan hal yang keliru. Namun persoalannya ada pada orientasi dan dampaknya. Ketika pekerjaan menjadi simbol pembebasan dari rumah tangga, atau membuka ruang interaksi tanpa batas, maka potensi konflik mulai muncul.
Tidak sedikit masalah rumah tangga berawal dari:
- Interaksi yang tidak terjaga
- Kedekatan emosional berlebihan
- Hingga menurunnya kualitas hubungan suami-istri
Perceraian dan Salah Tafsir Kemandirian
Dalam praktik di Pengadilan Agama, tren cerai gugat dari pihak istri semakin meningkat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka perceraian nasional mencapai lebih dari 500 ribu kasus per tahun, dan mayoritas diajukan oleh pihak istri.
Di Sumatera Barat (Sumbar), tren serupa juga terlihat dengan ratusan hingga ribuan perkara perceraian tiap tahun di berbagai daerah, dengan faktor penyebab yang beragam.
Alasan yang sering muncul terdengar sederhana: “Saya bisa hidup sendiri. Tanpa suami pun saya mampu.” Bahkan dibungkus dengan klaim: “Saya Kartini.”
Di sinilah letak kekeliruannya. Secara normatif, Undang-undang (UU) nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 1 menegaskan bahwa perkawinan bertujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal.