opini

Ketika Kesakralan Bertemu Tarif

Rabu, 18 Februari 2026 | 19:14 WIB
Ilustrasi ceramah. (Dok. Masjid Istiqlal)




Fenomena ini tidak lahir dari ruang hampa. Kita hidup dalam sistem ekonomi yang menjadikan hampir semua aspek kehidupan sebagai komoditas. Pendidikan dikomersialkan. Kesehatan dikomersialkan.





Bahkan waktu bersama keluarga sering dikalkulasi dengan nilai produktivitas.
Dalam sistem seperti ini, wajar jika aktivitas keagamaan ikut terdorong ke dalam arus yang sama.





Namun justru di situlah letak ujian kita. Bulan suci seharusnya menjadi momentum mengurangi dominasi materi dalam hidup, bukan memperhalus cara mencarinya.





Keresahan ini bukan untuk menghakimi siapa pun. Ini adalah ajakan untuk merenung bersama.





Agar kegiatan yang sakral tetap dijaga kesuciannya. Agar niat tetap lurus. Agar agama tetap menjadi cahaya penuntun, bukan sekadar bagian dari mekanisme pasar.





Semoga kita mampu menjaga kemurnian pengabdian, terutama di bulan yang penuh berkah. (*)


Halaman:

Tags

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB